Jumat, 16 Oktober 2009

وما كفر سليمان......

TAFSIR QS. AL-BAQARAH 102

الكاتب: ابن روستام
المنقول من: التفسيرالأحكام من القران لمحمد علي ا لصا بوني

واتبعوا على ملك سليمان وما كفر سليمان ولكن الشاطين كفروا يعلمون الناس السحر وما أنزل على المكين ببابيل هاروت وماروت وما يعلمان من أحد حتى يقولا أنما نحن فتنة فلا تكفر فيتعلمون منهما ما يفرقون به بين المرئ وزوجه وماهم بضارين به من أحد ألا بأذنه ويتعلمون ما يضرهم ولا ينفعهم ولقد علموا لمن اشتراه ماله في الأخرة من خلاق ولبئسما أنفسهم لوكانوا يعلمون. ( البقرة :102)

"Dan mereka mengikuti apa-apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu telah melakukan sihir), padahal Nabi Sulaiman itu tidak kafir (tidak melakukan sihir), akan tetapi syaitan-syaitan itulah yang telah melakukan sihir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa-apa yang telah diturunkan kepada dua Malaikat di negri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanyalah ujian atau cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kufur".
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang suami dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dan dengan sihirnya kepada seorangpun kecualai dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi kemadlaratan kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tidaklah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatana mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui". (Q. S. Al-Baqarah : 102 ).

Sababun Nujul

Imam Ibnul Jauji berpendapat mengenai sebab turunnya ayat ini ada dua pendapat:
Yang pertama: bahwasanya orang Yahudi tidak pernah bertanya kepada Nabi saw. melainkan apa-apa yang ditanyakan kepadanya itu dijawab semuanya. Kemudian mereka kembali bertanya lagi kepada beliau kali ini tentang sihir. Mereka mendebat beliau mengenai permasalahan ini sehingga Rasulullah saw. tidak bisa berbuat apa-apa, pada saat itu pula turunlah ayat ini sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.
Adapun yang ke dua: Ketika Nabi Sulaiman diceriterakan atau disebutkan dalam al-Qur'an, berkatalah orang-orang Yahudi Madinah: Tidakkah engkau merasa heran kepada Nabi Muhammad, dia mengira bahwa Ibnu Daud (Nabi Sulaiman) itu adalah seorang Nabi. Demi Allah, bukanlah dia melainkan seorang tukang sihir. Betepatan dengan ini turunlah ayat ini untuk menghapus pandangan orang-orang Yahudi Madinah.
وما كفر سليمان ولكن الشياطين كفروا..............
"dan Nabi Sulaiman itu tidak kufur (melakukan sihir), tetapi syaithan-syaithan itulah yang kufur............

Syarah Mufradat
Sihir menurut bahasa;
Menurut Imam Ar-Raghib Al-Ashfahany; sihir ialah sesusatu yang lembut atau halus. Beliau juga memberikan pengertian as-sihru mengandung pengertian al-khid'u yang berarti menipu.
Imam al- Ajhary berpendapat: Asal atau pokok pada sihir itu ialah membelokkan, mengecoh, memalingkan dari hakekat kepada yang lainnya. Maka seolah-olah penyihir itu ketika memperlihatkan sesuatu yang bathil itu benar. Maka orang-orang pun berkhayal bahwa itu benar-benar terjadi. Sesutau telah menyihir dari wajahnya mengandung pengertian dia telah dipalingkan atau terkecoh.
Menurut Imam al-Jauhary: as-sihru berarti al-khad'u yang artinya menipu, disebut demikian karena membelokkan atau mengecoh pandangan orang-orang sehingga mereka berpandangan bahwa apa yang dilakukan penyihir merupakan sesuatu hal yang nyata dan benar.

Syarah Ijmaly
Ayat ini mengandung niat busuk orang-orang Yahudi dan usaha untuk mencelakakan hamba-hamba Allah dari jalan-Nya yang lurus.
Sihir belum dikenal sama sekali kecuali di kalangan orang-orang Yahudi, ini menunjukkan bahwa segala macam sihir itu bersumber dari Yahudi.
Mereka melanggar kitab Allah dan mengikuti langkahkah-langkah atau cara-cara syaitahan, hati mereka sudah tertutup dari cahaya kebenaran dan berlumur dengan kebathilan.
Mereka (orang-orang Yahudi) giat mempelajari sihir dan mengajarkannya kepada orang lain, ini bertujuan tiada lain dan tiada bukan hanyalah untuk menyesatkan manusia, agar mereka jauh al-Qur'an dan bodoh akan agama Allah yang mulia.
Ketahuilah, mereka sudah menjadi budak-budak syaithan yang terlaknat.

Sesungguhnya orang-orang Yahudi melemparkan kitab Allah ke belakang punggung-punggung mereka dalam arti mereka tidak mau menjadikan kitab Allah menjadi pedoman hidup mereka. Seolah-olah mereka tidak tahu bahwa itu adalah kitab Allah yang telah diturunkan kepada Nabi Saw. dan mereka mengikuti jalan-jalan syaithan seperti mempelajari sihir dan sulap-menyulap yang mereka pelajari di masa kerajaan Nabi Sulaiman. Ingatlah Nabi Sulaiman itu bukanlah seorang penyihir tetapi syaithanlah yang selalu membisik-bisikan kepada manusia dan meyakinkan kepada mereka bahwa mereka (syaithan-syaithan) itu mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mengajarkan sihir kepada mereka sehingga tersebarlah ilmu sihir di kalangan manusia.
Sebagaimana pemuka-pemuka Yahudi, mereka mengikuti jalan-jalan sihir dan mempelajari sulap-menyulap. Demikian pula mereka mengikuti apa yang telah diturunkan kepada dua malaikat yaitu Harut dan Marut tepatnya di Babil.
Sungguh Allah Swt. Telah menurunkan keduanya untuk mengajarkan sihir, sebagai suatu ujian bagi manusia. Dan mereka mengajarkan sihir itu bukan untuk sihir akan tetapi untuk menajauhkannya. Dan supaya mereka menampakkan kepada manusia mengenai perbedaan antara mukjizat dan sihir.

Hanya Allah Ta'ala yang berhak menguji hamba-hamba-Nya atas apa-apa yang ia kehendaki. Sebagaimana diujinya kaum Luth dengan sungai.
Dan sungguh sudah bertambah banyak sihir-sihir pada masa itu. Karena bertambah banyaknya sihir-sihir pada masa itu, sehingga menyebabkan runtuhkan keyakinan tehadap kenabian. Lalu Allah Ta'la mengutus dua malaikat ke muka bumi ini untuk mengajarkan sihir. Sesungguhnya keduanya telah memperingatkan kepada manusia dari melakukan sihir dan mempergunakannya dalam kejelekan dan kemadlaratan. Tiap kali mereka mengajarkan kepada manusia tentang sihir, mereka selalu berkata: "Hanyalah ini merupakan ujian dari Allah, maka janganlah kalian kufur karena itu". Dan bertakwalah kepada-Nya dan jangan mempergunakan sihir itu dalam kemaldaratan.

Maka barang siapa yang mempelajarinya untuk menghindari bahayanya, maka dia sealamat dan tetap dalam keimanan. Sebaliknya barang siapa yang mempelajarinya untuk menyakiti atau memberikan kemaldaratan kepada manusia, maka dia termasuk orang-orang yang sesat dan telah kufur. Sedangkan manusia itu ada dua golongan, golongan pertama yaitu mereka yang berniat baik dan tidak membahayakan orang lain, mereka inilah orang-orang yang beruntung. Adapun golongan yang kedua, mereka berniat busuk atau jelek yaitu untuk mencelakakan manusia dan memberikan kemadlaratan kepadanya, mereka inilah orang-orang yang rugi dunia maupun akhirat.
Maka syurga tak pantas bagi mereka, nerakalah tempat yang seburuk-buruk bagi mereka. Na'udzu billahi min dzaalika.

Sekiranya mereka, orang-orang yang mempelajari sihir beriman kepada Allah dan takut akan azab Allah, niscaya mereka akan diberikan ganjaran oleh Allah dengan ganjaran yang berlipat ganda terhadap apa-apa yang telah mereka kerjakan.
Dari urusan-urusan yang berbahaya ini, sesungguhnya tidak akan dihasilkan sedikitpun kemanfaatan, tetapi sebalikkan akan menimbulkan kecelakaan, kerugian, dan kehancuran .

Kesimpulan

1. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi juga seorang Raja. Dan dia bukanlah seorang penyihir

2. Syaithan menghiasi manusia dengan sihir agar manusia menjadi kufur kepada Tuhannya dan membisikan mereka bahwa (syaithan- syaithan) itu mengetahui hal-hal yang ghaib

3. Sihir itu mempunyai hakekat dan dampak atau akibat kepada diri kita

4. Allah Swt. Maha menghengdaki untuk menguji hamba-hamba-Nya

5. Barangsiapa yang menukarkan sihir dengan Kitab Allah, maka di hari kelak nanti ia tidak akan mempeoleh rahmat dari Tuhannya

6. Beruntunglah orang-orang yang beriman kepada Allah dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan sihir. Kelak mereka akan memperoleh pahala dan rahmat yang tak

وما كفر سليمان......

TAFSIR QS. AL-BAQARAH 102

الكاتب: ابن روستام
المنقول من: التفسيرالأحكام من القران لمحمد علي ا لصا بوني

واتبعوا على ملك سليمان وما كفر سليمان ولكن الشاطين كفروا يعلمون الناس السحر وما أنزل على المكين ببابيل هاروت وماروت وما يعلمان من أحد حتى يقولا أنما نحن فتنة فلا تكفر فيتعلمون منهما ما يفرقون به بين المرئ وزوجه وماهم بضارين به من أحد ألا بأذنه ويتعلمون ما يضرهم ولا ينفعهم ولقد علموا لمن اشتراه ماله في الأخرة من خلاق ولبئسما أنفسهم لوكانوا يعلمون. ( البقرة :102)

"Dan mereka mengikuti apa-apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu telah melakukan sihir), padahal Nabi Sulaiman itu tidak kafir (tidak melakukan sihir), akan tetapi syaitan-syaitan itulah yang telah melakukan sihir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa-apa yang telah diturunkan kepada dua Malaikat di negri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanyalah ujian atau cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kufur".
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang suami dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dan dengan sihirnya kepada seorangpun kecualai dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi kemadlaratan kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tidaklah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatana mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui". (Q. S. Al-Baqarah : 102 ).

Sababun Nujul

Imam Ibnul Jauji berpendapat mengenai sebab turunnya ayat ini ada dua pendapat:
Yang pertama: bahwasanya orang Yahudi tidak pernah bertanya kepada Nabi saw. melainkan apa-apa yang ditanyakan kepadanya itu dijawab semuanya. Kemudian mereka kembali bertanya lagi kepada beliau kali ini tentang sihir. Mereka mendebat beliau mengenai permasalahan ini sehingga Rasulullah saw. tidak bisa berbuat apa-apa, pada saat itu pula turunlah ayat ini sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.
Adapun yang ke dua: Ketika Nabi Sulaiman diceriterakan atau disebutkan dalam al-Qur'an, berkatalah orang-orang Yahudi Madinah: Tidakkah engkau merasa heran kepada Nabi Muhammad, dia mengira bahwa Ibnu Daud (Nabi Sulaiman) itu adalah seorang Nabi. Demi Allah, bukanlah dia melainkan seorang tukang sihir. Betepatan dengan ini turunlah ayat ini untuk menghapus pandangan orang-orang Yahudi Madinah.
وما كفر سليمان ولكن الشياطين كفروا..............
"dan Nabi Sulaiman itu tidak kufur (melakukan sihir), tetapi syaithan-syaithan itulah yang kufur............

Syarah Mufradat
Sihir menurut bahasa;
Menurut Imam Ar-Raghib Al-Ashfahany; sihir ialah sesusatu yang lembut atau halus. Beliau juga memberikan pengertian as-sihru mengandung pengertian al-khid'u yang berarti menipu.
Imam al- Ajhary berpendapat: Asal atau pokok pada sihir itu ialah membelokkan, mengecoh, memalingkan dari hakekat kepada yang lainnya. Maka seolah-olah penyihir itu ketika memperlihatkan sesuatu yang bathil itu benar. Maka orang-orang pun berkhayal bahwa itu benar-benar terjadi. Sesutau telah menyihir dari wajahnya mengandung pengertian dia telah dipalingkan atau terkecoh.
Menurut Imam al-Jauhary: as-sihru berarti al-khad'u yang artinya menipu, disebut demikian karena membelokkan atau mengecoh pandangan orang-orang sehingga mereka berpandangan bahwa apa yang dilakukan penyihir merupakan sesuatu hal yang nyata dan benar.

Syarah Ijmaly
Ayat ini mengandung niat busuk orang-orang Yahudi dan usaha untuk mencelakakan hamba-hamba Allah dari jalan-Nya yang lurus.
Sihir belum dikenal sama sekali kecuali di kalangan orang-orang Yahudi, ini menunjukkan bahwa segala macam sihir itu bersumber dari Yahudi.
Mereka melanggar kitab Allah dan mengikuti langkahkah-langkah atau cara-cara syaitahan, hati mereka sudah tertutup dari cahaya kebenaran dan berlumur dengan kebathilan.
Mereka (orang-orang Yahudi) giat mempelajari sihir dan mengajarkannya kepada orang lain, ini bertujuan tiada lain dan tiada bukan hanyalah untuk menyesatkan manusia, agar mereka jauh al-Qur'an dan bodoh akan agama Allah yang mulia.
Ketahuilah, mereka sudah menjadi budak-budak syaithan yang terlaknat.

Sesungguhnya orang-orang Yahudi melemparkan kitab Allah ke belakang punggung-punggung mereka dalam arti mereka tidak mau menjadikan kitab Allah menjadi pedoman hidup mereka. Seolah-olah mereka tidak tahu bahwa itu adalah kitab Allah yang telah diturunkan kepada Nabi Saw. dan mereka mengikuti jalan-jalan syaithan seperti mempelajari sihir dan sulap-menyulap yang mereka pelajari di masa kerajaan Nabi Sulaiman. Ingatlah Nabi Sulaiman itu bukanlah seorang penyihir tetapi syaithanlah yang selalu membisik-bisikan kepada manusia dan meyakinkan kepada mereka bahwa mereka (syaithan-syaithan) itu mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mengajarkan sihir kepada mereka sehingga tersebarlah ilmu sihir di kalangan manusia.
Sebagaimana pemuka-pemuka Yahudi, mereka mengikuti jalan-jalan sihir dan mempelajari sulap-menyulap. Demikian pula mereka mengikuti apa yang telah diturunkan kepada dua malaikat yaitu Harut dan Marut tepatnya di Babil.
Sungguh Allah Swt. Telah menurunkan keduanya untuk mengajarkan sihir, sebagai suatu ujian bagi manusia. Dan mereka mengajarkan sihir itu bukan untuk sihir akan tetapi untuk menajauhkannya. Dan supaya mereka menampakkan kepada manusia mengenai perbedaan antara mukjizat dan sihir.

Hanya Allah Ta'ala yang berhak menguji hamba-hamba-Nya atas apa-apa yang ia kehendaki. Sebagaimana diujinya kaum Luth dengan sungai.
Dan sungguh sudah bertambah banyak sihir-sihir pada masa itu. Karena bertambah banyaknya sihir-sihir pada masa itu, sehingga menyebabkan runtuhkan keyakinan tehadap kenabian. Lalu Allah Ta'la mengutus dua malaikat ke muka bumi ini untuk mengajarkan sihir. Sesungguhnya keduanya telah memperingatkan kepada manusia dari melakukan sihir dan mempergunakannya dalam kejelekan dan kemadlaratan. Tiap kali mereka mengajarkan kepada manusia tentang sihir, mereka selalu berkata: "Hanyalah ini merupakan ujian dari Allah, maka janganlah kalian kufur karena itu". Dan bertakwalah kepada-Nya dan jangan mempergunakan sihir itu dalam kemaldaratan.

Maka barang siapa yang mempelajarinya untuk menghindari bahayanya, maka dia sealamat dan tetap dalam keimanan. Sebaliknya barang siapa yang mempelajarinya untuk menyakiti atau memberikan kemaldaratan kepada manusia, maka dia termasuk orang-orang yang sesat dan telah kufur. Sedangkan manusia itu ada dua golongan, golongan pertama yaitu mereka yang berniat baik dan tidak membahayakan orang lain, mereka inilah orang-orang yang beruntung. Adapun golongan yang kedua, mereka berniat busuk atau jelek yaitu untuk mencelakakan manusia dan memberikan kemadlaratan kepadanya, mereka inilah orang-orang yang rugi dunia maupun akhirat.
Maka syurga tak pantas bagi mereka, nerakalah tempat yang seburuk-buruk bagi mereka. Na'udzu billahi min dzaalika.

Sekiranya mereka, orang-orang yang mempelajari sihir beriman kepada Allah dan takut akan azab Allah, niscaya mereka akan diberikan ganjaran oleh Allah dengan ganjaran yang berlipat ganda terhadap apa-apa yang telah mereka kerjakan.
Dari urusan-urusan yang berbahaya ini, sesungguhnya tidak akan dihasilkan sedikitpun kemanfaatan, tetapi sebalikkan akan menimbulkan kecelakaan, kerugian, dan kehancuran .

Kesimpulan

1. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi juga seorang Raja. Dan dia bukanlah seorang penyihir

2. Syaithan menghiasi manusia dengan sihir agar manusia menjadi kufur kepada Tuhannya dan membisikan mereka bahwa (syaithan- syaithan) itu mengetahui hal-hal yang ghaib

3. Sihir itu mempunyai hakekat dan dampak atau akibat kepada diri kita

4. Allah Swt. Maha menghengdaki untuk menguji hamba-hamba-Nya

5. Barangsiapa yang menukarkan sihir dengan Kitab Allah, maka di hari kelak nanti ia tidak akan mempeoleh rahmat dari Tuhannya

6. Beruntunglah orang-orang yang beriman kepada Allah dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan sihir. Kelak mereka akan memperoleh pahala dan rahmat yang tak